Bulan Dzulhijjah adalan bulan yang penuh dengan keutamaan. Diantara Keutamaan bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari bulan haram, bulan yang dimuliakan oleh Allah. Bulan haram artinya adalah bulan suci, seperti halnya masjidil haram, haramain (Mekkah dan Madinah). Bulan ini juga disebut dengan bulan haji karena bulan dilaksanakannya manasik haji. Selain itu juga disebut dengan bulan Hadyu (Kurban) karena paling banyak penyembelihan kurban dilakukan pada bulan ini.

Al Qodhi Abu Ya’la (W 458 H) rahimahullah berkata, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna:

1- Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

2- Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.” (At-Taubah [9]:36]

Mengenai empat bulan yang dimaksud, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menyebutkan:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679, dari Abu Bakrah).

Ibnu ’Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

Diantara Keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah:

  1. Allah bersumpah dengannya

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr: 2). Allah bersumpah dengannya menununjukkan agung dan mulianya sesuatu tersebut. Para ulama mufassirun memberikan 4 penafsiran waktu: 10 pertama Dzulhijjah, 10 awal Ramadhan, 10 akhir Ramadhan, dan 10 awal Muharram. Ibnu Rajab Al-Hanbali (W 795 H) rahimahullah menyebutkan bahwa tafsiran 10 hari awal Dzulhijah, itulah yang lebih tepat dan dipilih oleh jumhur ulama tafsir dan menjadi pendapat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. (Lihat Lathoitul Ma’arif, hal 469).

  1. Islam disempurnakan oleh Allah pada bulan Dzulhijjah

Allah berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah meridhai Islam itu agama bagi kalian.”  (Qs. Al Maidah: 3)

Para ulama sepakat bahwa ayat itu turun di bulan Dzulhijjah saat haji wada’ di hari Arafah.

  1. Ada Hari Arafah yang merupakan hari terbaik dengan begitu banyak keutamaan

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah di hari Arofah (yaitu untuk orang yang berada di Arofah). Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah.” (HR. Tirmidzi no. 3585, hasan)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162, dari Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu)

  1. Inti Dari Ibadah Haji ada pada hari-hari tersebut dan Kaum Muslimin Dalam Jumlah Besar Berkumpul Dari Seluruh Dunia

Di hari Arafah, umat Islam yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan haji berkumpul di padang Arafah, demi melakukan prosesi puncak pelaksanaan manasik haji, yaitu wukuf di Arafah.

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

“Haji itu adalah Arafah.” (HR. At-Tirmidzi no. 2975, Ibnu Majah no. 3015, dari Abdurrahman bin Ya’mar Ad-Dily, shahih)

  1. Darah-darah hewan kurban ditumpahkan terbanyak di bulan Dzulhijjah

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أفضلُ الحجِّ العَجُّ و الثَّجُّ

“Sebaik-baik pelaksanaan haji adalah yang paling banyak bertalbiyah dan yang paling banyak berhadyu.” (Shahih Al-Jami’ li Al-Albani no. 1101 dan Shahih At-Tirmidzi no. 827, Dari Abu Bakar, Abdullah bin Umar)

Bulan Dzulhijjah selain sebagai bulan haji juga disebut sebagai bulan kurban, karena banyaknya hewan kurban yang disembelih pada bulan tersebut.

  1. Bulan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam umrah sebanyak 4 kali, 3 kali dilaksanakan di bulan Dzulqo’dah dan 1 kali digabungkan dengan haji atau disebut dengan haji qiran pada bulan Dzulhijjah.

 

Wallahu Ta’ala A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *